Rancangan Intervensi Pada anak Dengan Social Withdrawal
February 17, 2007
Deskripsi KasusĀ
Faisal, adalah anak pertama dari dua bersaudara, berusia 5 tahun 6 bulan, saat ini Faisal duduk di TK Besar. Ibunya mengeluhkan bahwa klien tidak mau pisah dari ibunya. Harus ditunggui oleh ibunya pada saat sekolah, padahal sewaktu Faisal duduk di TK Kecil mau ditinggal ibu. Menurut cerita ibu lagi, sewaktu Faisal di Play Grup pernah dijahili temannya. Akhir-akhir ini, Faisal kalau ditinggal oleh ibunya akan marah-marah dan menangis, hal ini sudah terjadi kurang lebih satu bulan
Dasar Teori
Social anxiety and withdrawal adalah ketakutan terhadap lingkungan sosial atau situasi yang dapat menghasilkan perbuatan yang dapat memunculkan rasa malu, yang dapat ditandai dan muncul terus menerus (American Psychiatric Association dalam Kearney, 2006).
Social Withdrawal dapat dikatakan sebagai perilaku non sosial yang terdiri dari dua macam perilaku, yaitu solitary-passive withdrawal (yang terdiri dari sikap diam atau tanpa gerak dalam mengeksplorasi objek dan/atau aktivitas konstruktif ketika sedang bermain sendiri) dan Reticence (sikap berdiam diri yang merupakan refleksi dari ketakutan dan kecemaan sosial dalam konteks hubungan dengan teman sebayanya) (Nelson;Rubin;&Fox, 2005).
Sedangkan Withdrawal dalam Kamus Psikologi dapat dikatakan sebagai penarikan diri: 1.) Memilih untuk tidak berbuat dalam menhadapi tekanan tertentu (hambatan, kesulitan tertentu); 2.) Pengabaian (ketidakacuhan, kelalaian) sosial; merupakan gejala dari ketidaksesuaian tingkah laku atau behavioral maladjusment yang ekstrim (Kartono&Gulo, 2000)
Indikator dari perilaku social anxiety adalah:
-
Mengerjakan tugas dari guru sendirian
-
Tidak melakukan kontak mata dengan orang lain
-
Berbicara dengan pelan dan/atau sangat sedikit ketika ditanya oleh guru
-
Berbicara dengan pelan dan/atau sangat sedikit ketika diajak berbicara oleh teman sekelas
-
Bergumam sendiri
-
Tidak mau untuk berpartisipasi di dalam aktivitas kelas (misal: bercerita, membaca keras, mengangkat tangan u/ berbicara dan menjawab pertanyaan)
-
Menghabiskan banyak waktu dengan permainan di dalam kelas sendirian
-
Bermain sendirian di luar kelas, tidak bergabung dengan kelompok anak-anak
-
Tidak memiliki teman dekat
-
Menangis
-
Tantrum
-
Memeluk ibu dengan sangat erat
-
Menolak untuk masuk kelas ketika ibu tidak berada di dekat anak
-
Menunjukkan kecemasan ketika diberi tugas berkelompok oleh guru
-
Menunjukkan kecemasan ketika ditunjuk untuk maju ke depan kelas
(www.socialanxietyassist.com.au)
Menurut DSM IV, gejala-gejala yang menunjuk kepada social anxiety seperti menangis, tantrum, bergetar ketika berada di situasi sosial yang baru dan belum ia kenal setidaknya berlangsung selama 6 bulan dan berpengaruh pada fungsi harian seseorang(Kearney, 2006).
Entry Filed under: Rancangan Intervensi. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed